
Pinrang (SL) – Dua orang lelaki memperebutkan Sawah seluas 1 Hektar 20 Are, yang terletak di Kampung Ujung, Kelurahan Tiroang Pinrang adu ketangkasan senjata parang di area sawah rebutan tersebut, mengakibatkan keduanya tewas.
Duel parang tersebut terjadi Minggu pagi tadi, 11 Novemeber 2018 sekitar pukul 09.00 WITA. Korban tewas dari pihak H. Massi adalah Nasir, 50 tahun, tewas di tempat dan dari pihak H. Puang Lambulang, 70 tahun, dia sendiri yang tewas dalam perjalanan menuju Puskesmas Tiroang.
Lokasi yang menjadi sengketa dan jadi rebutan tersebut terletak di kampung Ujung, Kelurahan Tiroang, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang telah terjadi perkelahian yang dipicu dengan perebutan sawah sengketa.
Akibatnya, kedua belah pihak yang adu ketangkasan senjata parang dalam perebutan sawah tersebut, kedua belah pihak berakhir dengan kematian.
Disebut pihak pertama, Lelaki Nasir alias Kakiku, 50 tahun, petani, warga Dusun Padang, Desa Padanglloang, Ke amatan Patampanua, Kabupaten Pinrang meninggal dunia akibat luka tusuk pada bagian dadanya.
Sementara pasangan Nasir, H. Massi, 60 tahun, petani, warga Dusun Padang, Desa Padalloang, Kecamatan Patampanua, Pinrang menderita luka sabetan parang pada bagian tangannya dan saat ini masih dirawat RSUD Lasinrang Pinrang.
Sedangkan yang disebut pihak kedua; H. Puang Lambulang, 70 tahun, petani, warga Takkalalla Timur, Kelurahan Maccarinna, Kecamatan Patampanua, Pinrang juga juga jadi korban meningal dunia saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Tiroang.
Sementara rekannya, Puang Lobi, 45 tahun, pekerjaan tidak ada, warga Desa Malimpung, Kecamatan Patampanua, Pinrang dan Puang Tale, 47 tahun,
pekerjaan tidak ada, warga Kampung Ujung, Kelurahan Tonrong Saddang, Kecamatan Tiroang, Pinrang.
Informasi yang dihimpun MERPODnews.com di TKP mengungkapkan, pertarungan dua pihak yang memperebutkan sawah tersebut dilakoni dua pihak. Namun disebutkan pertarungan berlangsung tidak seimbang. Sebab pihak.pertama hanya dua orang.
Sedangkan Pihak kedua, Puang Lobi, katanya, beranggotakan 7 orang. Namun hingga kini belum diketahui nama keempat anggota Puang Lobi yang menghilang dari TKP saat petatrungan maut tersebut, berakhir kematian pada kedua belah pihak.
Menurut sumber MERPOSnews.com di TKP, kejadian maut tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 wita. Adu parang kedua pihak tersebut, katanya, diawali dengan perang mulut di antar kedua saling mengklaim tanah sawah yang di sengketakan tersebut seluas kurang lebih 1 hektar 20 Are.
Pada sat itu, kedua belah pihak saling bertemu di lokasi antara pihak H. Massi (2 org) berteman dan pihak Puang Lobi (7 org) berteman.
Salah seirang saksi, Nasrul alias Bagong selaku petani penggarap mengaku pada mereka bertengkar sampai terjadi adu parang, Badrul berada di TKP. Sehingga Nasrul mendengar dan melihat langsung perisitiwa maut tersebut.
Dikatakan, pada saat adu tidak ada kesepakatan emosi kedua pihak terus membara, H. Lambulang langsung mencabut parang dalam keadaan mara dan emosi mengatakan; “siapa siapa saja yang di pikul pulang” dan langsung menebas parang lelaki Nasir alias Lakilu. Namun sempat ditangkis oleh Nasir dan membuat Lambulang terkapar tak berdaya.
Melihat H. Lambulang tak berdaya lagi, lalu keempat anggota Lambulang yang saat ini melarikan diri secara bersamaan menyerang Nasir. Meski Nasir sempat melakukan perlawanan namun kewalahan menghadapi serangan parang dari empat penjuru. Akhirnya, satu tusukan parang lolos masuk ke bagian dada Nasir hingga tersungkur dan tewas di TKP.
Sedangkan H. Massi berhadapan dengan P.uang Lobi sehingga H. Massi mengalami luka sabetan parang pada bagian tangan kirinya dan dilarikan ke RSU Tipe C Lasinrang.
Melihat kedua lawannya sudah tak berkutik lagi. Puang Lobbi bersama temannya yang lain langsung meninggalkan TKP menuju Kampung Ujung Tiroang.
Saksi mata bernama Nasrul alias Bagong, 28 tahun, adalah petani penggarap sawah yang disengketakan kedua pihak yang barusan perang parang dan berujung maut tersebut.
Nasrul satu kampung dengan dengan
Korban Nasir dan H. Massi.
Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Suhardi yang dikonfirmasi MERPOSbews.com Minggu suang tadi membenar peristiwa tersebut. “Kasus perkelahian tersebut, sedang kami tangani”, ujar AKP Suhardi singkat. (Merposnews)