
Jakarta (SL) – Yulianus Rettoblaut yang akrab disapa Mami Yulie bersyukur karena keluh kesah yang selama ini dirasa oleh Ketua Umum Forum Komunikasi Waria se-Indonesia itu telah direspon oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kata dia, terbukti presiden Jokowi yang hadir dalam puncak acara Jambore Komunitas Juang Relawan Jokowi di Bumi Perkemahan. Cibubur Sabtu (16/5/2015), tak hanya tampil di panggung bahkan menyempatkan turun dari panggung langsung menemui para relawan di lapangan untuk menyerap keluhan dan aspirasi para relawan.
Yulie salah satu relawan yang mendapat kesempatan berbicara dengan sang presiden.
“Terima kasih Pak Jokowi merespon keluhan kami dengan mengundang kami ke Istana. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan bahwa Pak Jokowi ternyata pilihan kami yang tepat,” ujar Yulie di Jakarta, Minggu (17/5/2015).
Yulie mewakilkan anggotanya para waria menuntut adanya pemenuhan hak dasar yang sama sebagai warga negara Indonesia seperti orang pada umumnnya. Sebab, mereka merasa terpinggirkan hanya karena perilakunya kerap menyerupai perempuan. Padahal, kata dia, waria juga bagian dari masyarakat yang mempunyai keratifitas.
Diceritakan, selama ini dirinya berjuang bersama Relawan Rakyat Merah Putih. Sebab, kata dia, organisasi yang dipimpin oleh Sihar Sitorus itu mengkhususkan pembinaan masyarakat marjinal, salah satunya adalah Komunitas Waria.
Menurut Yulie, waria bukanlah penyakit sosial masyarakat, melainkan elemen yang berpotensi membangun bangsa. “Saya senang dan bangga sama Pak Jokowi mencatat keluhan tersebut,” tambahnya.
Sementara Ketua Umum Relawan Rakyat Merah Putih Sihar Sitorus, menyambut baik respon Pak Jokowi mengundang komunitas binaannya ke Istana. Sihar meyakini undangan itu sebagai harapan untuk perubahan di masyarakat bagi nasib kaum-kaum marjinal yang selama ini dibinanya. Menurutnya, acuan Trisakti, Nawacita, dan Revolusi mental yang diusung Jokowi merupakan tiket perubahan itu. “Para kaum marjinal tidak lagi menjadi beban tapi menjadi faktor produktif,” kata Sihar.
Sebelumnya diberitakan, Yulie (52) tampil anggun menggunakan pakaian merah beserta dandanan menyerupai perempuan.
Ketua Forum Komunikasi Waria se Indonesia ini hadir sebagai relawan dalam konsolidasi akbar relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi) yang mengambil tempat di Cibubur. “Kami sampai titik darah penghabisan mendukung presiden bisa membawa perubahan di negara ini terutama kaum termajinalkan”, dengan nada lantang kata pria bernama lengkap Yulianus Rettoblaut itu saat berbincang dengan Tribunnews.com di lokasi, Jumat (15/5).
Pria kelahiran Papua 30 April 1961 itu menyebutkan, saat ini, ada sebanyak tujuh juta lebih jumlah waria di Indonesia. Sedangkan 40 ribu berpusat di Ibu kota. “Suka tidak suka, senang atau tidak senang kami juga manusia,” kata anak ke ke tujuh dari sebelas bersaudara tersebut.
Yulie menjelaskan, para waria aktif mendukung Jokowi semenjak Pilpres 2014 lalu. Hingga kini, mereka berada di bawah kordinasi Relawan Rakyat Merah Putih yang dianggapnya dapat menerima dan mengakomodir mereka.
Menurutnya, Jokowi adalah seorang figur rendah hati yang dianggap selalu memperhatikan rakyat kecil. Pihaknya berjanji selalu mendukung berikut mengawal presiden Jokowi dalam situasi dan kondisi apapun. “Kami selalu berada di barisan depan, kami akan pertaruhkan untuk Jokowi,” kata lulusan pasca sarjana Fakultas Hukum, Universitas Tamajagakarsa itu.
Seperti diketahui, Jambore Komunitas Juang Relawan Jokowi di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta Timur, telah berakhir, Sabtu (16/5). (tribunnews)