
Lampung Utara – Bendungan Way Rarem merupakan salah satu lokasi destinasi wisata alternatif yang ada di Kabupaten Lampung Utara. Di lokasi tersebut kerapkali dilaksanakan beragam kegiatan, baik yang bersifat komersial maupun ceremonial pemerintahan.
Pada saat pelaksanaan upacara pengibaran bendara dalam rangka Dirgahayu Kemerdekaan ke-73 RI, Kecamatan Abung Pekurun memanfaatkan lokasi Bendungan Way Rarem. Namun sayangnya, usai pelaksanaan upacara pengibaran bendera hingga berita ini diturunkan, nampak sampah berserakan di seputaran Tugu Tani yg ada di lokasi Bendungan Way Rarem.
Dikatakan M. Abim Andoka AS, seorang pengunjung, warga Kotabumi, Sabtu kemarin, (18/08/2018), dirinya mengunjungi lokasi wisata Way Rarem Kecamatan Abung Pekurun sekedar untuk menikmati suasana matahari terbenam (sunset).
“Saya biasa mengunjungi Way Rarem sore hari. Namun kemarin sore, (Sabtu), pemandangan di lokasi salah satu icon wisata yang ada di Lampung Utara ini terasa sangat kotor sekali dan tidak sedap dipandang mata,” ujar Abim Andoka, yang juga tercatat sebagai anggota Majelis Pecinta Rasulullah SAW Kab. Lampura, kepada awak media ini, Minggu, (19/08/2018).

Dirinya juga sangat menyayangkan pihak Pemerintah Kecamatan Abung Pekurun sebagai motor pelaksanaan upacara HUT ke-73, yang seharusnya memberikan arahan serta intruksi kepada seluruh peserta upacara.
“Idealnya,busai melaksanakan giat tersebut, pihak kecamatan memberikan arahan dan instruksi untuk kembali membersihkan lokasi kegiatan. Apalagi wilayah ini merupakan aset daerah dan penunjang pariwisata Kab. Lampura,” sesal Abim.
Melihat kondisi Taman Wisata Way Rarem yang dipenuhi dengan sampah berserakan, dirinya bersama beberapa orang remaja sekitar yang juga kebetulan sedg menikmati suasana senja hari di Bendungan Way Rarem, berupaya untuk mengumpulkan dan membersihkan sampah yang berserakan tersebut.
“Sampah-sampah yang ada ini dikarenakan pihak Kecamatan Abung Pekurun tidak langsung membersihkan lokasi usai digunakan untuk upacara,” ujar warga setempat yang juga ikut membersihkan sampah-sampah tersebut.
Atas adanya sikap yang terkesan tidak menjaga kebersihan lingkungan oleh pihak Kecamatan Abung Pekurun, beberapa tokoh pemuda setempat angkat bicara.
Dewan Solvi, penggiat kepemudaan setempat, menyesalkan atas peristiwa yang tersebut. “Saya sangat menyesalkan atas sampah yang berserakan tersebut apalagi disebabkan oleh upacara yang berjalan begitu khidmat. Saya berharap Pemerintah Kecamatan Abung Pekurun mampu menerjemahkan dan memberikan contoh kepada lapisan masyarakat arti sebuah kemerdekaan, nasionalisme, patriotisme, dan kecintaan terhadap lingkungan,” tegas Dewan Solvi, yang ditemani Riza Ariyanto, saat dikonfirmasi, Minggu, (19/08/2018). (ardi)