
Way Kanan (SL) – Balita berusia 7 Bulan, Andara Fathi Sholeha, merenggang nyawa di Rumah Sakit Haji Kamino (RSHK) Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan, sesaat sesaat setelah meminum Obat dari Dokter Rumah Sakit Tersebut. Minggu (15-07-2018).
Syahrul Sidik, paman korban, mengatakan Andara Fathi Sholeha, putri pertama dari pasangan Dara Herawati dan Darwis, warga kampung Bengkulu Kecamatan Gunung Labuhan, diduga meninggal setelah meminum obat yang diberikan oleh Perawat yang menangani nya.
Syahrul yang dihubungi melalui Telefon sedang melakukan tauziah dirumahnya, mengatakan kronologis dari awal keponakannya masuk Rumah Sakit hingga Andara Fathi Shileha, meninggal dunia di Rumah Sakit Haji Kamino Baradatu itu.
“Awal mula keponakan saya yang bernama Dara Fahti Sholeha, terkena penyakit muntaber, Sabtu Malam kemarin. Dan pagi tadi langsung dibawa oleh ibu dan bapak saya kerumah sakit Haji Kamino pada pukul 07:00, sesampai nya dikamino ditangani oleh Perawat yang sedang piket,” katanya.

Namun penanganan dari perawat dirumah sakit tersebut hanya memberikan resef obat saja, “Tidak di Infus atau penangan yang lain. Dan hanya mengatakan bahwa keponakan saya sudah sehat tidak perlu dirawat lagi,” katanya.
Namun, Ibu (Nenek korban), tetap meminta keponakannya dirawat dikarnakan takut sakitnya semakin parah, “Tapi Perawat tersebut tidak mengizinkan untuk dirawat, mereka bilang keponakan saya tidak apa-apa cukup dikasih obat saja bisa sembuh,” kata Syahrul.
Dan Syahrul pun sempat menghubungi pihak rumah sakit, untuk meminta keponakannya dirawat di Rumah sakit itu, “Namun mereka menolak untuk merawatnya, dan saya pun sempat bersitegang dengan pihak Rumah Sakit melalui telephone, sampai – sampai saya katakan kalo ada apa-apa terhadap keponakan saya. Saya akan tuntut kalian. Namun mereka tidak mengindahkan perkataan saya,” ujar Syahrul.
Setelah itu, lanjut Syahrul, Ibunya yang benama Kartini dan Ayahnya Tarmisi, menebus obat sesuai resep yang diberikan oleh perawat itu, dengan menebusnya dirumah sakit itu.
“Lalu, orang tuanya , menghubungi kepala kampung Bengkulu Jusman, untuk meminta jemput di Rumah Sakit, dan ibu saya menunggu di depan Rumah sakit Haji Kamino. Tak beberapa berselang keponakan saya langsung kritis dan dibawa masuk lagi kerumah sakit tersebut. Dari situlah keponakan saya tak bernapas lagi, sekitar pukul 09:00,” kat Syahrul kepada wartawan.
Untuk lebih lanjut, kata Syharul pihak keluarga akan segera menanyakan kepihak Rumah Sakit Haji Kamino, “Kita akan menuntut tanggung jawab perawat dan kepihak Rumah Sakit itu,” tegasnya.
Jumhadi, kakak Syahrul menambahakn saat memandikan Jenasah Dara, keluar dari mulutnya yang obat yang diduga diberikan oleh Perawat yang menanganinya di Rumah Sakit Haji Kamino, “Saat dimandikan obat yang dimimun itu keluar, ” katanya.
Saat dimintai keterangan, tak ada satupun pihak Rumah Sakit Kamino (RSHK) yang bersedia memberikan keterangan, terkait masalah tersebut (Hambali/jun)