
Bandarlampung (SL)-Meski sudah mendapat jaminan dari Kapolda Lampung, Irjend Polisi Suntana, dalam hal pengungkapan kasus kematian sopir Bupati Lampung Utara (Lampura) Yogi Andhika.

Namun, satu tim tetap berangkat menuju Jakarta dengan cara longmarch (berjalan kaki) Lampung – Jakarta untuk mencari keadilan atas kematian Yogi Andhika yang diduga kuat akibat penganiayaan berat.
Rombongan yang terdiri dari lima orang ini, selain membawa bendera merah putih juga menyertakan banner bertuliskan ”Mencari Keadilan Alm. Yogi Andhika”. ”Saat ini kami sedang berada di Cilegon (Provinsi Banten, Red). Kita terus bergerak menuju Ibukota Jakarta,” ujar Ardiansyah, saat dihubungi melalui telepon selulernya, sekitar pukul 15.30 WIB, Minggu, (8/7).

Dijelaskan, tim yang dipimpinnya, berangkat Sabtu (7/7) sekitar pukul 10.00 WIB, dan kemungkinan Senin malam, atau Selasa pagi sudah tiba di Jakarta. Terkait dengan keberadaan keluarga Yogi Andhika, Ardiansyah mengatakan jika tim sudah tiba di Jakarta, maka pihak keluarga akan menyusul dengan menaiki kendaraan.
Terkait adanya atensi dari Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana dalam upaya pengungkapan kasus tersebut, Ardiansyah menjelaskan, jika KNPI Lampura dan LSM Lentera sudah dipanggil pihak Polda Lampung terkait dengan rencana awal aksi long march Lampung – Jakarta. ”Polda minta bersabar, dan berjanji dalam seminggu nangkep tersangka. Pengembangan akan dilakukan dari tersangka BW, dan keberadaan BW sudah terdeteksi,” papar Ardiansyah.
Baca Juga:
Belum Diterima Mabes Polri, Keluarga Yogi Andhika Ajukan Permohonan Perlindungan Saksi dan Korban ke LPSK
Lentera Lampung Ajak Semua Elemen Kawal dan Awasi Proses Penanganan Kasus Kematian Yogi Andhika
Relawan Pencari Keadilan Yogi Andhika Lakukan Aksi Long March Bandarlampung-Jakarta
Untuk menghormati permintaan itu, lanjut Ardiansyah, maka DPD KNPI Lampura dan LSM Lentera menunggu tindak lanjut dari pihak Polda Lampung tersebut. “Mereka menunggu tindak lanjut tersebut. Tapi setiap hari, perkembangan kasus itu terus ditanya ke Mapolda Lampung. Dan sekarang sudah terbuka. Itu, sesuai dengan pernyataan Kapolda, itu terbuka untuk publik,” katanya.
Meski begitu, dengan tidak mengurangi rasa hormat dengan pihak Polda Lampung, dirinya bersama tim kecil tersebut harus terus berjalan kaki menuju Jakarta. “Kalau sebelumnya banyak yang ingin ikut dalam aksi jalan kaki Lampung – Jakarta ini. Tapi karena menghormati pernyataan Kapolda, maka kita putuskan kirim tim kecil saja,” pungkas Ardi. (rls/rdr ktb)