
Lampung Utara (SL) – Anggaran keuangan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara terkesan semakin terjerembab. Bagaimana tidak, kantor Satuan Polisi Pamong Praja setempat tak mampu membeli pulsa listrik. Akibatnya, seluruh perangkat kerja elektronik di satuan tersebut tidak dapat dipergunakan.
“Udah beberapa hari ini listrik di kantor mati karena belum beli pulsa listrik,” ungkap Sopian, salah seorang pegawai Sat. Pol-PP Lampura, Jumat (27/4/2018).
Dikatakan Sopian lebih lanjut, akibat belum dibelinya pulsa listrik seluruh peralatan elektronik di kantor mereka tak dapat difungsikan selama beberapa hari terakhir ini.
Kondisi tersebut tentu sangat mengganggu aktifitas dan kinerja para pegawai lantaran seluruh sarana tak dapat dioperasikan. “Kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan kami dalam bekerja,” ujarnya.
Namun, masih menurut Sopian, persoalan ini akhirnya diatasi oleh Sekretaris Sat.Pol-PP (yang baru), Syaiful Anwar. Yang bersangkutan menggunakan uang pribadinya untuk digunakan membeli pulsa listrik supaya listrik dapat kembali menyala.
“Tapi hari ini, (Jum’at, 27/04/2018.red), listrik sudah hidup. Itu juga karena memakai uang pribadi pak Syaiful sebesar Rp200 ribu. Kalau enggak, mana bisa terganggu kami kerja di kantor ini,” kata dia.
Seorang sumber terpercaya juga membenarkan bahwa kondisi tak terbelinya pulsa listrik ini bukanlah kali pertama terjadi. Penyebabnya tak lain karena anggaran yang telah dialokasikan belum tersedia.
“Sudah sering seperti ini. Tak jarang memakai uang pegawai dulu untuk membeli pulsa listriknya,” jelasnya narasumber yang enggan identitasnya dipublikasikan. (*/ardi)